Anti HOAX | 20 Agustus 2019 10:10

BERBAHAYAKAH MONKEYPOX?

BERBAHAYAKAH MONKEYPOX?

dr. Erni Juwita Nelwan, Sp. PD- KPTI, Ph.D, FACP FINASIM

Bersama

 dr. Ivena dan dr. Aninda Dinar Widiantari

 

DEFINISI

Virus Monkeypox merupakan virus zoonosis yang tergolong dalam genus Orthopoxvirus dan famili Poxviridae. Virus ini pertama kali diisolasi pada tahun 1958 pada segerombol monyet (Macaca cynomolgus) yang sakit. Sedangkan pada manusia, virus ini pertama kali terdeteksi pada tahun 1970 di Afrika, pada seorang anak berusia 9 tahun dari Zaire.

 

Penularan monkeypox

Faktor risiko penularan akan meningkat pada mereka yang kerap melakukan aktivitas yang berkontak erat dengan hewan, terutama berburu, mengonsumsi dan menguliti bush meat serta berusia muda.

Penularan dapat terjadi lewat hewan yang terinfeksi dengan manusia. Penularan dapat melalui darah, cairan tubuh hingga lesi pada hewan infeksius. Tikus gambian giant dan tupai merupakan hewan yang seringkali menjadi reservoir virus. Mengonsumsi daging hewan yang terinfeksi yang belum matang sempurna dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penularan monkeypox.

                                                                                                                      

 Monkeypox virus Particle

Source Picture www.bbc.com./news/health-45665821 

Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi dengan adanya kontak erat dengan sekret dari saluran respiratori yang terinfeksi, lesi kulit hingga benda yang terkontaminasi oleh cairan tubuh dan lesi pasien. Selain itu, transmisi juga dapat terjadi melalui partikel droplet yang dapat terkena, misal ketika pasien dengan temannya sedang berbicara.

 

Manifestasi klinis

Keluhan monkeypox hampir menyerupai cacar air, namun bedanya keluhan umumnya bersifat lebih ringan dan tidak terlalu infeksius. Masa inkubasi sekitar 12 hari (dapat berlangsung 4-20 hari)

Keluhan diawali dengan gejala prodromal infeksi virus, seperti demam (38,5C-40C), menggigil, nyeri kepala, myalgia, malaise, anoreksia, faringitis, batuk dengan atau tanpa sputum dan nyeri punggung.  Fase ini dapat berlangsung selama 1-10 hari.  Limfadenopati dapat muncul dalam 2-3 hari setelah keluhan demam.

Selanjutnya akan diikuti dengan fase erupsi eksantema makulopapular. Erupsi tersebut umumnya berbentuk monomorfik, dengan distribusi sentrifugal, kemudian akan mengalami perubahan bentuk menjadi vesikular, pustular dan akhirnya menjadi krusta dalam waktu 2-3 minggu. Erupsi ini akan mengenai seluruh tubuh, termasuk kulit kepala, ekstremitas hingga wajah.

Keluhan ini umumnya akan hilang dan membaik sendiri setelah 14-21 hari. Namun, pada beberapa kasus, dapat terjadi hingga menjadi sangat parah, terutama pada anak-anak. Tingkat keparahan sangat bergantung pada kondisi kesehatan, paparan virus dan tingkat keparahan dari komplikasi.

Pencegahan monkeypox

Tidak ada vaksinasi khusus untuk monkeypox. Namun, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Center of Disease Control and Prevention (CDC), pemberian vaksin cacar air ternyata dapat membantu memberikan proteksi hingga 85% terhadap infeksi monkeypox. Vaksin dapat diberikan dalam waktu 2 minggu (paling ideal 4 hari) setelah adanya paparan terhadap hewan yang sakit atau kasus manusia yang terkena monkeypox. Efikasi dari vaksinasi ternyata dapat memperpanjang perlindungan, bahkan hingga beberapa tahun setelah vaksinasi dan menurunkan insiden komplikasi.  

 

Daftar Pustaka :

  1. Pal M, Ramana K, Mengstie F. Epidemiology, Diagnosis, and Control of Monkeypox Disease: A comprehensive Review. American Journal of Infetious Disease and Microbiology. 2017 (5): 94-99
  2. Reynolds MG, Doty JB, McCollum AM, Olson VA, Yoshinori Nakazawa. Monkeypox re-emergence in Africa: a call to expand the concept and practice of One Health. Expert Rev Anti Infect Ther. 2019 February ; 17(2): -129-39.doi:10.1080/14787210.2019.1567330
  3. Brown K, Leggat PA. Human Monkeypox: Current State of Knowledge and Implications for the Future. rop. Med. Infect. Dis. 2016,1, 8; doi:10.3390/tropicalmed1010008 www.mdpi.com/journal/tropicalmed
  4. Monkeypox Virus. In: Fenner F, Wittek R, Dumbell KR. The Orthopoxvirus. 1989. San Diego : Academic Press.  P.227-67
  5. WHO. Monkeypox. June 2018. Available at : https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox
Share :         

Copyrights 2017 All Rights Reserved by RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.