Departemen | 21 Juni 2017 11:25

Departemen Medik Urologi

 

Departemen Urologi

PROFIL DAN SEJARAH

Dalam rangka mengembangkan keilmuan bidang urologi di Indonesia, beberapa orang staf sub-bagian urologi FKUI/ RSCM dikirim ke luar negeri untuk memperdalam urologi dr. H Ramli, dr. Prohoeman, dan dr. Soemarsono menempuh pelatihan urologi di Amerika setelah sebelumnya menjalani pelatihan urologi di FKUI di bawah bimbingan Prof. Oetama. dr. H. Ramli selanjutnya menjadi staf sub-bagian urologi FKUI/ RSCM sedangkan dr. Prohoeman hijrah ke Malaysia, dan mengembangkan urologi di Malaysia. Setelah menyelesaikan program pendidikan urologi di Amerika, dr. Soemarsono kemudian melanjutkan pelatihan di Belanda. Prof. Sadatoen Soerjohardjo menempuh pelatihan urologi di proyek kapal Hope dan melanjutkan pendidikan urologinya di Belanda. Setelah menyelesaikan pendidikan urologinya di Belanda, Beliau menjadi staf sub-bagian urologi FKUI/ RSCM. Pada tahun 1960, Prof. Oetama mendirikan sub-bagian urologi di FKUI/ RSCM. Prof. Oetama kemudian dikukuhkan sebagai guru besar di FKUI pada tahun 1965. Beliau aktif memberikan pelatihan kepada para ahli bedah yang tertarik dan memiliki minat dalam bidang urologi di seluruh Indonesia. Staf sub-bagian urologi FKUI/ RSCM yang pertama terdiri dari dr. H. Ramli, dr. Proehoeman, Prof. Sadatoen Soerjohardjo, dan dr. Soemarsono Sastrowardojo.

Perkembangan urologi di Indonesia tidak terlepas dari bantuan dan bimbingan beberapa Professor asing antara lain Prof. Donker, Prof. Boer, Prof. Mensink, dan Prof. Udoyonas. Pada tahun 1974, pada saat cuti besar akhir jabatannya, Beliau menetap di Indonesia selama satu tahun, dan menjadi Professor tamu di Jakarta dan Surabaya. Beliau berjasa membantu pengembangan ilmu urologi di Indonesia salah satunya dengan turut mendukung dibukanya program studi urologi di Jakarta dan Surabaya. Prof. Boer, seorang Professor berkebangsaan menjadi Professor tamu di Jakarta dan Surabaya. Prof. Boer mendidik beberapa ahli urologi dari Indonesia antara lain Prof. Widjoseno Gardjito, Prof. Sunaryo Hardjowijoto, Prof. Doddy M. Soebadi, dan   dr. Rudi Juwana. Prof. Mensink melanjutkan tugas Prof. Boer menjadi Professor tamu di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Prof. Udoyonas, seorang Professor berkebangsaan Jerman, menjadi Professor tamu dan turut mendidik para ahli urologi di Indonesia selama menjadi ketua di Leiden. Selanjutnya Beliau pindah ke MAC (Medicine Auchhantoher), dan mendidik gelar PhD beberapa ahli urologi dari Indonesia yaitu Prof. Akmal Taher , dr. Ponco Birowo, dan dr. Harrina E. Rahardjo.

 

Gambar 1. Central Burgerlijke Ziekeninrichting. Saat ini dikenal sebagai RSCM

 

Visi Departemen Urologi RSCM-FKUI 2014-2019

Creating ” Infinite Experience for All”

as an Academic Health System in Urology

Misi Departemen Urologi RSCM-FKUI 2014-2019

  • Memberikan pelayanan urologi prima yang manusiawi, terintergrasi, berbasis bukti, dan inovatif.
  • Menyelenggarakan pendidikan urologi bertaraf international yang berbasis kompetensi dan pemerataan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan suasana yang nyaman dan apresiatif.
  • Menyelenggarakan penelitian urologi yang dapat memecahkan permasalahan urologi masyarakat Indonesia.
  • Mewujudkan lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif dengan manajemen yang profesional.

 

Pelayanan Urologi di RSCM bersifat subspesialistik, dimana pasien akan ditangani oleh ahli urologi yang sudah mendalami subspesialisasi antara lain: urologi anak, tumor urologi, urologi wanita, urologi andrologi, batu saluran kemih, prostat, rekonstruksi, gangguan fungsi berkemih. Pemeriksaan kelainan urologi di RSCM dilengkapi dengan peralatan diagnostik dan penatalaksanaan yang lengkap dan mutakhir.

Sebagai pusat rujukan nasional, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo memiliki sumber daya dokter spesialis yang paling lengkap di Indonesia. Dokter-dokter tersebut telah mengenyam pendidikan dan pelatihan terkait transplantasi ginjal di Eropa. Layanan transplantasi ginjal dikelola secara terpadu dengan memberikan pelayanan multidisipliner yang paripurna dalam menangani pasien penyakit ginjal, sehingga pengurangan angka kematian dan peningkatan kualitas hidup pasien dapat tercapai.

Operasi transplantasi telah mulai dikerjakan di RSCM sejak tahun 2010. Hingga tahun Desember 2015, telah dilakukan lebih dari 300 operasi transplantasi ginjal dengan angka keberhasilan diatas 85%. Sampai dengan saat ini, tim transplantasi ginjal FKUI-RSCM aktif memberikan bimbingan pada rumah sakit lain yang ingin mengembangkan transpalntasi ginjal di Indonesia.

Pusat Diagnostik

  • USG

Ultrasonografi merupakan salah satu teknik pemeriksaan non-invasif yang dapat digunakan untuk mengetahui penyebab keluhan Anda. Alat ultrasonografi menggunakan mekanisme konversi akustik-elektrik untuk melihat bagian dalam tubuh tanpa melakukan pembedahan. Pemeriksaan ini memiliki peran yang penting dalam evaluasi gangguan saluran kemih pada kasus – kasus gangguan ginjal. Selain itu, pemeriksan ini juga tidak menggunakan radiasi ion sehingga aman untuk dilakukan pada semua pasien. Pemeriksaan USG di Poliklinik Khusus Urologi RSCM meliputi TAUS (Trans Abdominal Ultra Sonography maupun TRUS (Trans Rectal Ultra Sonography) dilakukan oleh dokter – dokter yang telah berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan USG.

 

  • BIOPSI PROSTAT

Biopsi adalah suatu tindakan mengambil sebagian kecil jaringan dari tubuh untuk kemudian dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjadi dasar diagnosis dan penentuan terapi selanjutnya.
Biopsi prostat dilakukan pada pria yang dicurigai menderita keganasan atau kanker prostat. Tindakan ini dilakukan untuk menegakkan diagnosis kanker prostat. Pada waktu tindakan biopsi, pasien akan dijelaskan ulang mengenai prosedur tindakan. Prosedur biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 10-15 menit. Pasien berbaring ke samping dengan posisi seperti meringkuk dan kedua lutut dilipat kearah perut. Pemeriksaan dimulai dengan pemeriksaan prostat dengan jari yang dilumuri dengan jelly. Lalu selanjutnya dimasukkan alat khusus untuk USG (ultrasonografi) prostat melalui anus, berbentuk tongkat ukuran diameter sekitar 3 cm, untuk melihat kelenjar prostat pada layar USG.

 

Layanan Unggulan

  1. Transplantasi Ginjal

Transplantasi ginjal merupakan pilihan utama pengobatan bagi pasien gagal ginjal kronis, namun hingga saat ini pusat transplantasi ginjal di Indonesia masih sangat terbatas terutama karena belum lengkapnya fasilitas medik dan SDM terlatih yang dimiliki Rumah Sakit. Oleh karena itu Pemerintah telah menitikberatkan perhatian pada pengembangan jaringan pusat transplantasi ginjal di Indonesia yang meliputi beberapa rumah sakit besar seperti RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Sebagai pusat rujukan nasional, RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo memiliki sumber daya dokter spesialis yang paling lengkap di Indonesia. Dokter-dokter tersebut telah mengenyam pendidikan dan pelatihan terkait transplantasi ginjal di Eropa. Layanan transplantasi ginjal dikelola secara terpadu dengan memberikan pelayanan multidisiplin yang paripurna dalam menangani pasien penyakit ginjal, sehingga dapat mengurangi angka kematian dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Operasi transplantasi telah mulai dikerjakan di RSCM sejak tahun 2010. Hingga tahun Desember 2015, telah dilakukan lebih dari 300 operasi transplantasi ginjal dengan angka keberhasilan 85%. Sampai dengan saat ini, tim transplantasi ginjal RSCM aktif memberikan bimbingan pada rumah sakit lain yang ingin mengembangkan layanan transplantasi ginjal di Indonesia.

  1. Batu Saluran Kemih dan Endourologi

Endourologi merupakan salah satu layanan unggulan dari Urologi di RSCM, di mana ini merupakan suatu teknik minimal invasif yang dapat menjadi pilihan tatalaksana terhadap batu saluran kemih. Batu dapat dikeluarkan atau dipecahkan menjadi pecahan-pecahan kecil menggunakan instrumen kecil melalui saluran uretra, kandung kemih dan ureter. Instrumen-instrumen yang berukuran kecil dan fleksibel ini dapat berupa laser, pemecah batu pneumatik, mekanik, kantung penangkap pecahan batu, dan kauter.
Prosedur endourologi dapat meliputi:

  1. Uretroskopi: tindakan meneropong uretra untuk mengobati striktur atau sumbatan di uretra
  2. Sistoskopi: tindakan meneropong kandung kemih sebagai tatalaksana terhadap batu atau tumor kandung kemih (buli-buli). Selain itu, tindakan ini juga menjadi salah satu pilihan dalam penatalaksanaan pembesaran prostat jinak (BPH) yang dinamakan TURP (transurethral recestion of prostate). Kemudian, tindakan pemasangan selang kateter (stent) ureter atau double J stent juga dapat dilakukan dengan prosedur ini
  3. Ureteroskopi: tindakan meneropong ureter untuk penatalaksanaan batu dan tumor di ureter (saluran antara ginjal dan buli-buli)
  4. Nefroskopi: tindakan untuk meneropong saluran kemih hingga ke ginjal untuk mengobati batu dan tumor ginjal.

Selain itu, terdapat beberapa juga tindakan endourologi lainnya seperti extracorporeal shockwave lithotripsy (ESWL), percutaneous nephrolithotripsy (PCNL) dan mini-PCN, dan retrograde intra renal surgery (RIRS). Yang membedakan antara satu prosedur dan prosedur lainnya adalah lokasi, ukuran, dan jenis batu. Selain itu, sumber tenaga yang digunakan untuk masing-masing prosedur juga berbeda, seperti gelombang suara, laser, scope fleksibel dan rigid, pneumatik dan mekanik. Khusus untuk PCNL, mini-PCN, dan RIRS, ketiganya merupakan tatalaksana endourologi unggulan di RSCM.

 

  1. Extra-Corporeal Shock Wave Litotripsi (ESWL)

    ESWL merupakan prosedur pemecahan batu dengan menggunakan gelombang kejut. Batu dipecahkan menjadi butiran yang halus dan keluar bersama urin. Prosedur ini dilakukan pada batu ginjal atau ureter dengan ukuran kurang dari 2 cm dan dengan fungsi ginjal yang masih baik.

“Jumlah prosedur ESWL pada RSCM yang dikerjakan di RSCM tahun 2010-2015 sebanyak 10.889 prosedur.”
Pelayanan ESWL di RSCM telah mendapatkan penghargaan dari WOLF (produsen alat ESWL) sebagai pusat ESWL tersibuk di dunia pada 2009. Hal ini membuktikan bahwa pelayanan ESWL di Departemen Urologi RSCM telah menampilkan pelayanan yang sangat baik sehingga dipercaya oleh banyak pasien di Indonesia.

 

  1. Percutaneous Nephrolitotripsi (PCNL)

Salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit batu ginjal adalah PCNL (Percutaneous Nephrolithotripsy) yang merupakan salah satu tindakan invasif minimal.

Luka operasi PCNL sangat minimal dikarenakan sayatan yang dibuat untuk masuknya alat PCNL hanya ± 2 (dua) sentimeter. Alat endoskopi yang digunakan, nantinya akan langsung masuk ke ginjal untuk dapat melakukan terapi langsung ke lokasi adanya batu ginjal. Batu ginjal yang berukuran lebih dari dua sentimeter dapat dengan mudah dihancurkan dan dikeluarkan dengan teknik PCNL
Selama tindakan PCNL pasien dalam keadaan dibius dan pasca operasi pasien menjalani rawat inap dimana waktu rawatnya akan relatif lebih singkat dibanding dengan pasien batu ginjal yang diterapi dengan operasi bedah terbuka.
Keuntungan dari tindakan ini antara lain angka bebas batu yang lebih tinggi, dapat digunakan pada batu kaliks inferior yang diterapi dengan ESWL, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, dan masa rawat pasca operasi yang lebih singkat.

  1. Pediatrik

Pelayanan urologi anak (pediatri) mencakup berbagai penatalaksanaan kelainan-kelainan, seperti:

Hipospadia dan Epispadia

Hipospadia merupakan kondisi muara saluran kemih yang terletak tidak pada ujung glans penis sebagaimana anak laki-laki pada umumnya, namun terletak di bagian bawah batang penis, mulai di daerah dekat dengan glans penis hingga pangkl penis dan selangkangan. Kelainan itu merupakan kelainan yang cukup sering dijumpai, sekitar 1 dari 300 kelahiran anak laki-laki. Kelainan ini dapat menyebabkan masalah psikologis anak, terutama bila mereka mulai bersekolah dan berinteraksi dengan teman-temannya. Karena itu, koreksi kelainan ini dianjurkan pada anak mula sia 1 tahun hingga sebelum anak memasuki usia sekolah. Jika tidak dikoreksi, kelainan ini juga dapat menimbulkan persoalan saat penderita dewasa.

Epispadia Jika muara uretra terletak di bagian atas pangkal penis, kelainan ini disebut epispadia. Kelainan ini bisa berdiri sendiri ataupun bersama dengan kelainan bawaan kandung kemih (ekstrofi kandung kemih).

 

Penis yang Bengkok (Kurvatura Penis)


Penis yang bengkok banyak dijumpai bersamaan pada anak dengan hipospadia ataupn sebagai kelainan yang berdiri sendiri. Arah bengkok bisa ke bawah, ke atas ataupun ke samping. Jika menyebabkan keluhan seperti nyeri, kesulitan berkemih, ataupun gangguan ereksi, maka kelainan ini membutuhkan koreksi.

Fimosis


Kelainan ini terjadi jika kulit depan penis menutupi muara saluran kencing yang terdapat pada glans penis. Hal ini menyebakan hambatan aliran berkemih dan kulit penis berkembang seperti balon. Fimosis masih dianggap normal hingga anak berusia 3 tahun, namun jika menyebabkan infeksi ataupun keluhan, fimosis memerlukan penanganan lebih lanjut.

Penis Kecil

Penis kecil biasa disebabkan oleh faktor hormonal (mikropenis) ataupun oleh karena kelainan anatomis seperti buried penis (penis yang terbenam). Beberapa alternatif penanganan dapat dilakukan seperti terapi hormonal ataupun operasi untuk koreksi.

Tumor Wilms

Tumor Wilms (disebut juga sebagai Nefroblastoma) adalah suatu keganasan ginjal yang ada pada bayi dan anak. Waktu puncak terjadinya tumor Wilms adalah sekitar usia 3 sampai 4 tahun dan jarang terjadi setelah usia 6 tahun. Tumor Wilms diyakini berkembang dari sel-sel ginjal yang belum matang. Pengobatan untuk tumor Wilms meliputi operasi pengangkatan jaringan ginjal (nefrektomi) yang dapat berupa nefrektomi radikal (tumor ginjal diangkat beserta keseluruhan ginjal), maupun nefrektomi parsial (hanya tumor saja yang diangkat, menyisakan bagian ginjal yang masih dapat berfungsi). Selain operasi, pengobatan tumor wilms dapat berupa kemoterapi dan terapi radiasi.

Buried Penis

Buried penis merupakan kelainan sejak lahir dimana penis, sebagian atau seluruhnya berada di bawah permukaan kulit. Beberapa penyebab kelainan ini antara lain perkembangan kulit penis yang kurang baik, obesitas, lemak perut berlebih. Tatalaksana dengan pembedahan dapat menambah kepercayaan diri anak dengan buried penis.

Testis (Buah Zakar) yang tidak berada di dalam kantung kemaluan (Skrotum)

Istilah medis untuk kelainan ini adalah undescensus testis atau kriptorkhismus. Testis umumnya berada di skrotum pada saat lahir. Sebagian kecil yang tidak berada di skrotum akan turun dalam tahun pertama, khususnya 3 bulan pertama pasca lahir. Jika testis tidak turun ke skrotum, terdapat beberapa risiko seperti gangguan kesuburan, penurunan produksi hormon testosteron dan peningkatan risiko keganasan testis. Penurunan testis dengan terapi hormonal sebaiknya dilakukan dalam 3 bulan pertama. Operasi untuk menurunkan testis dianjurkan bila testis belum turun setelah usia 6 bulan. Jika testis tidak berada dan terletak di dalam perut, diperlukan tindakan laparoskopi untuk mengetahui letak testis dan kondisinya.

Jenis Kelamin yang Tidak Jelas

Ambiguous genitalia adalah kelainan anak yang menyebabkan gambaran kelainan kelamin anak yang tidak jelas mengerah ke laki-laki ataupun perempuan.Diagnosis ini memerlukan pemeriksaan kariotipe (kromosom), hormon, ultrasonografi, genitografi dan laparoskopi. Penganan kasus ini biasanya melibakan tim dari multidisiplin.
Untuk penunjang diagnostik, klinik urologi anak (pediatri) dilengkapi oleh modalitas yang lengkap meliputi pemeriksaan uroflowmetri, urodinamik, USG, pemeriksaan voiding cystourethrography / micturating cystouretrography dan alat endoskopi khusus untuk bayi dan anak.

UDT

Undescended testis (UDT) atau cryptorchidism adalah kondisi medis yang ditandai dengan tidak adanya testis di dalam skrotum. UDT merupakan kelainan kongenital tersering yang ditemukan pada anak laki-laki. Normalnya, testis terbentuk pada rongga perut bayi dan turun ke dalam skrotum seiring dengan pertumbuhan bayi di dalam kandungan ibu. Pada bayi-bayi dengan UDT testis berjalan hanya setengah jalan melalui rongga perut pada saat persalinan. UDT dapat turun spontan ke skrotum dan yang tidak turun memerlukan bantuan tindakan medis. Penatalaksanaan terkait undescended testis meliputi penggunaan terapi hormonal dan pembedahan. Pada UDT dengan testis tidak teraba dapat dilakukan tindakan diagnostik laparoskopi untuk mencari testis pada rongga perut. Tindakan pembedahan diperlukan secepatnya untuk mencegah masalah kesuburan, masalah perkembangan testis di kemudian hari, dan keganasan.

Hidronefrosis Anak

Hidronefrosis merupakan pembengkakan atau penggembungan ginjal yang disebabkan oleh tersumbatnya aliran air kemih sehingga mengakibatkan tekanan balik terhadap ginjal. Normalnya urin mengalir dari ginjal dengan tekanan yang amat rendah. Bila alirannya tersumbat maka urin akan mengalir kembali ke dalam ginjal. Kondisi ini mengakibatkan ginjal menggembung dan menekan jaringan ginjal yang rapuh. Akibatnya, tekanan hidronefrosis yang terus menerus dan berat akan merusak jaringan ginjal sehingga secara perlahan fungsi ginjal akan berkurang. Gejala yang timbul tergantung pada penyebab penyumbatan, lokasi penyumbatan, dan lama waktu penyumbatan. Bila penyumbatan muncul dengan cepat biasanya akan mengakibatkan kolik renal, nyeri yang luar biasa antara tulang rusuk dan panggul, pada sisi ginjal yang terkena. Bila penyumbatan berkembang secara perlahan maka bisa saja tidak menunjukkan gejala atau nyeri tumpul di daerah antara tulang rusuk dan pinggul. Pada anak, hidronefrosis dapat terjadi akibat beberapa penyebab seperti vesicoureteral reflux (VUR), pelvioureteral junction obstruction (PUJO) , vesicoureteral junction obstruction (VUJO), posterior urethral valve (PUV), dan lain-lain. Terapi pembedahan dapat dilakukan untuk menghilangkan hidronefrosis dan juga untuk menangani kelainan yang menyebabkan hidronefrosis tersebut.

  1. Onkologi Urologi

Urologi onkologi adalah bidang khusus di urologi yang menangani kasus-kasus keganasan saluran kemih dan genitalia pria. Secara garis besar, jenis penyakit keganasan yang sering dijumpai di bidang urologi antara lain tumor prostat, tumor kandung kemih, tumor ginjal, tumor penis, tumor testis, dan tumor adrenal (anak ginjal). Penanganan untuk setiap penyakit tumor tersebut sangat bervariasi, ditentukan oleh derajat keparahan penyakit dan jenis sel nya.
Secara garis besar, penatalaksanaan tumor di bidang urologi dapat terbagi menjadi tindakan bedah, kemoterapi, dan radioterapi. Terapi pilihan utama pada umumnya merupakan tindakan pembedahan / pengangkatan jaringan tumor. Namun, terkadang pasien datang ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut, dimana ukuran tumor sudah terlalu besar untuk dilakukan operasi, atau sudah menyebar ke organ lain. Pada kasus seperti ini, terlebih dahulu dilakukan kemoterapi atau radioterapi baru kemudian dilakukan prosedur pembedahan bila masih memungkinkan.
Teknik pembedahan sendiri terus berkembang seiring kemunculan teknologi canggih. Berbagai teknik operasi laparoskopik dengan luka sayatan kecil semakin sering digunakan. Dengan pendekatan “minimally invasive” ini, rasa nyeri setelah operasi lebih ringan dan lama rawat juga menjadi relatif lebih singkat. Teknologi terbaru yang saat ini masih dalam tahap pengembangan adalah teknik operasi robotik. Teknik terbaru ini diharapkan dapat semakin meminimalisir komplikasi yang muncul setelah operasi.

  1. Androurologi

Kesehatan reproduksi pria adalah bidang yang menarik dan sedang berkembang belakangan ini. Secara klinis, terdapat desakan kebutuhan akan dokter spesialis urologi yang secara khusus mendalami tentang infertilitas pada pria dan kesehatan seksual (reproduksi). Andrologi merupakan bidang keilmuan yang mempelajari tentang pria atau laki-laki dalam konteks kesehatan seksual. Tim andrologi di RSCM merupakan kerjasama lintas bidang secara multidisiplin antara bagian Urologi dan bagian kandungan & kebidanan (obstetri dan ginekologi) divisi fetomaternal.

Pelayanan andrologi yang merupakan unggulan dari Urologi RSCM adalah infertilitas pria, preservasi infertilitas, endokrinologi reproduksi pria, disfungsi ereksi yang secara khusus dapat memberikan tatalaksana terbaik kepada pasien pria, baik secara terapi medikamentosa maupun operasi, dengan teknik minimal invasif. Sebagai contoh, pengambilan sampel sperma dari pasien jika dicurigai terdapat permasalahan dari saluran reproduksi pria maupun “pabrik” nya (testis).

Beberapa contoh tindakan andrologi-urologi seperti percutaneous epididymial sperm aspiration (PESA), testicular sperm extraction (TESE), microscopic epididymal sperm aspiration (MESA), dan testicular sperm aspiration (TESA). Keempat prosedur ini dapat dilakukan secara kombinasi maupun sekali tindakan, tergantung pada tujuan dan kebutuhan tindakan, seperti analisa sperma, dan inseminasi bayi tabung (in vivo dan in vitro).

  1. Rekonstruksi Urologi

Prosedur rekonstruksi di bidang urologi merupakan teknik operasi yang sering dilakukan. Tujuan dari prosedur ini adalah untuk mengembalikan bentuk dari saluran kencing yang rusak atau cacat. Selain mengembalikan struktur anatomis, perlu juga dipastikan bahwa organ yang telah direkonstruksi tersebut dapat memiliki fungsi yang normal. Tindakan rekonstruksi dapat dilakukan pada saluran kemih bagian atas, salurang kemih bagian bawah, dan juga pada alat kelamin pria. Setiap tindakan dilakukan dengan indikasi yang berbeda dengan pertimbangan yang juga berbeda.

Salah satu prosedur yang paling sering dilakukan di bidang rekonstruksi urologi adalah rekonstruksi uretra. Tindakan ini diindikasikan misalnya pada kasus penyempitan saluran  kencing (striktur uretra) yang dapat terjadi akibat trauma, infeksi kronis, maupun komplikasi prosedur operasi. Infeksi saluran kemih yang tidak tertatalaksana dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan struktural berupa penyempitan uretra. Beberapa teknik operasi yang melewati saluran kemih seperti operasi pengangkatan batu dapat menimbulkan komplikasi penyempitan uretra. Teknik operasi yang digunakan harus disesuaikan dengan lokasi dan derajat keparahan penyakit itu sendiri. Selain itu, rekonstruksi uretra bisa juga digunakan untuk memperbaiki saluran kencing yang rusak akibat trauma penis.
Rekonstruksi lain yang juga sering dilakukan adalah pembuatan kandung kemih baru. Tindakan ini biasanya dilakukan pada pasien dengan tumor atau kelainan lain yang perlu dilakukan pengangkatan kandung kemih. Kandung kemih baru selanjutnya dapat dibuat dari usus halus. Operasi lain yang lebih jarang seperti rekonstruksi ukuran maupun bentuk penis yang bengkok juga dapat dilakukan oleh spesialis urologi. Bentuk penis yang bengkok misalnya, selain akibat kelainan bawaan, dapat juga disebabkan oleh penyakit jaringan ikat yang mengganggu proses ereksi. Kelainan bentuk ini terkadang selain mengganggu secara estetik, dapat juga mengganggu proses koitus. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan operasi sesuai dengan indikasi.

  1. BPH

Pembesaran kalenjar prostat jinak merupakan salah satu penyakit tersering di bidang urologi. Prostat sendiri merupakan kalenjar pada pria yang berperan untuk menjaga sperma tetap sehat. Setiap pria secara natural akan mengalami pembesaran prostat. Namun, pada sebagian pria, pembesaran ini dapat menimbulkan gangguan dan rasa tidak nyaman, terutama pada pria dengan usia di atas 50 tahun. Gejala yang dikeluhkan dapat berupa gangguan berkemih, kencing di malam hari, dan lainnya.
Keseluruhan gejala ini tercatat dalam daftar tabel IPSS yang dapat digunakan sebagai metode skrining dini. Sistem skoring IPSS pertama kali dipublikasi oleh American Urologic Association, kini telah dipakai resmi di seluruh dunia.
Berbagai modalitas diagnostik pada kasus pembesaran prostat jinak antara lain: colok dubur, USG, dan kadar PSA. Ketiga pemeriksaan tersebut memiliki nilai klinis yang sangat bermanfaat dalam mendeteksi pembesaran prostat. Selanjutnya, dapat dilakukan penatalaksanaan yang paling tepat sesuai kebutuhan pasien. Pendekatan terapi dapat beragam mulai dari observasi gejala, terapi menggunakan obat-obatan, maupun operasi. Operasi pada kasus pembesaran prostat jinak dapat berupa “minimally invasive” maupun operasi terbuka.

  1. Laparoskopi

Kemajuan di bidang bedah, terutama urologi, dapat dilihat dari peningkatan penggunaan teknik bedah minimal invasif atau yang dikenal dengan teknik laparoskopik. Teknik ini didukung dengan kemajuan teknologi mesin dan komputer, sehingga tindakan bedah kini tak lagi memerlukan sayatan yang besar. Teknik ini menggunakan teleskop berukuran kecil yang dilengkapi dengan mekanisme pembesaran dan berbagai instrumen bedah yang ditempatkan melalui 3 – 5 sayatan yang tidak lebih besar dibandingkan koin. Teknik ini tidak hanya digunakan dalam upaya terapi, namun juga dalam upaya diagnotik. Pasien yang telah melalui prosedur ini tidak hanya mendapatkan keuntungan dalam mendiagnosis dan pengobatan yang setara dengan operasi bedah terbuka, namun juga memiliki keuntungan lebih seperti nyeri paska operasi yang lebih ringan, masa rawat inap yang lebih pendek, pemulihan yang lebih cepat, dan luka yang secara estetik lebih baik.
Teknik bedah minimal ini telah digunakan baik untuk menangani kasus keganasan maupun kasus non-keganasan di bidang urologi, salah satunya yaitu operasi pengangkatan ginjal. Berbagai operasi laparoskopik di bidang Urologi telah banyak dikerjakan di RSCM selama ini oleh dokter-dokter yang berpengalaman dan tentu saja telah menjalani pendidikan dan pelatihan baik di dalam ataupun luar negeri.
Di Departemen Urologi RSCM, evaluasi dan konsultasi individual akan diberikan pada setiap pasien yang tertarik dengan teknik bedah ini.
Laparoskopi Urologi dikerjakan pada hampir seluruh bidang urologi, seperti pada kasus pediatric (Laparoscopic UDT + orchidopexy, Laparoscopy Pyeloplasty, Laparoscopy Heminephrectomy), rekonstruksi (reimplantasi ureter), keganasan (Radical nephrectomy, Radical Prostatectomy, Partial nephrectomy, radical cystectomy, unroofing cyst), batu ( laparoscopic ureterolithotomy ) dan transplantasi ginjal (Laparoscopic living donor nephrectomy ).
Operasi laparoskopi telah diterapkan di Departemen Urologi RSCM. Data dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2017, tercatat sebanyak 27 operasi laparoskopi radikal prostatektomi, 83 laparoskopi nefrektomi, dan 11 laparoskopi parsial nefrektomi.

  1. Female Urologi dan Neurologi

Urodinamik adalah suatu perangkat pemeriksaan objektif untuk mengetahui fungsi kandung kemih dan merupakan pemeriksaan penunjang yang cukup akurat untuk menentukkan jenis dan penyebab gangguan pada saluran kemih bagian bawah, seperti inkontinensia (ngompol) atau retensi urin (kesulitan berkemih). Pemeriksaan urodinamik meliputi: Uroflowmetry, Cystometrography dan pengukuran residu urin.

Pemeriksaan urodinamik digunakan untuk:

  • Menelusuri fungsi dan gejala gangguan fungsi kandungan kemih secara objektif dan akurat.
  • Memberikan penjelasan patofisiologi disfungsi saluran kemih bagian bawah.

Dengan demikian dapat digunakan oleh dokter untuk menentukan strategi terapi yang tepat, memberikan edukasi kepada pasien, dan mengevaluasi kemajuan terapi.

Fasilitas

  • Rawat Jalan
  • Pusat Diagnostik
    • USG
    • Biopsi Prostat
    • Urodinamik
  • Kamar Operasi
  • Rawat Inap

Layanan Unggulan

  • Transplantasi Ginjal
  • Batu Saluran Kemih & Endourologi
  • Extra-Corporeal Shock Wave Litotripsi (ESWL)
  • Urologi Anak
  • Onkologi Urologi
  • Klinik Prostat
  • Androurologi
  • Female Urologi dan Neurologi
  • Urologi Rekonstruksi
  • BPH
  • PCNL

Pendidikan

  • Pendidikan Dokter Umum
  • Karya Ilmiah / Publikasi
  • Pendidikan Spesialis Urologi
  • Status Penelitian

 

 

Foto Fasilitas

1. ESWL (Extra-Corporeal Shock Wave Litotripsi)

 

2. UROFLOWMETRI