Layanan Unggulan | 21 Juni 2017 14:46

Departemen Medik Mata/RSCM Kirana

 

Departemen Mata (RSCM KIRANA)

Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia merupakan hasil pengembangan Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI
sejak tahun 1920 yang dulu dikenal dengan Geneeskundige Hoogeschool yang merupakan kelanjutan dari Oog Afdelling  STOVIA
yang dimulai oleh dokter dari Belanda. Dokter Belanda yang terakhir memimpin sekolah ini adalah Prof. Dr. Mulock Houwer
yang dibantu 2 orang asistennya yaitu Prof. dr. Hadibroto dan dr. Isak Salim. 

 

Setelah penyerahan kedaulatan, Universitas Indonesia dikukuhkan pada tanggal 2 Februari 1950.
Salah satu fakultas yang dikukuhkan adalah Fakultas Kedokteran. Pada masa tersebut, Bagian Ilmu Penyakit Mata dipimpin oleh
Prof. dr. Hadibroto yang menjabat sampai tahun 1956. Prof. dr. Hadibroto kemudian mengirim dr. Isaac Salim
untuk mengambil gela doctor di Amsterdam yang didapatkannya pada tahun 1956.Pengembangan yang dilakukan
Prof. Isaac Salim diteruskan oleh dr. S.M. Akmam yang dikukuhkan menjadi guru besar pada tahun 1983 dan menjadi
Kepala Bagian Ilmu Penyakit Mta FKUI mulai tahun 1977-1987.
Kepemimpinan dilanjutkan oleh Prof. dr. Mardiono Marsetio pada periode 1987-1990. 

 

Prof. dr. Mardiono Marsetio kemudian menjabat sebagai dekan FKUI periode 1990-1996.
Sementara itu kepemimpinan di bagian mata dilanjutkan oleh dr. Istiantoro S yang menjabat pada tahun 1990-1997,
dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo yang menjabat pada tahun 1997-2003 dan dr. M. Sidik yang menjabat pada tahun 2004-2208,
dan Dr. dr. Widya Artini menjabat pada tahun 2009-2017. Saat ini Departemen I.K.Mata FKUI-RSCM Kirana dipimpin oleh Dr.dr. Andi Arus Victor. 

 

Berbagai kemajuan telah dicapai baik berupa gedung Departemen Mata, ruang kuliah, perpustakaan maupun fasilitas belajar mengajar,
wetlab dan sarana pelayanan kesehatan mata yang selalu mengikuti perkembangan bidang oftalmologi terkini. 

 

VISI

Menjadi pemeran utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan mata berbasis academic health system


MISI

Menyelenggarakan dan memajukan layanan kesehatan mata berbasis academic health system melalui dukungan dan stimulasi
terhadap pendidikan serta riset, sehingga Departemen IK Mata FKUI/RSCM menjadi pusat oftalmologi
yang mampu bersaing secara global dan menjadi pemeran utama kemitraan lintas sektor nasional
dalam rangka mengadvokasi tanggung jawab sosial berkaitan dengan kesehatan mata komprehensif bagi masyarakat.

 

Budaya Kerja RSCM Kirana

  • Integritas 
  • Profesionalisme
  • Kerjasama
  • Penyempurnaan berkesinambungan
  • Belajar dan mendidik

 

Motto

Sigap, Tepat, Cepat, Ramah, Mulia dan Efisien

GLAUKOMA

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia dan dunia setelah katarak. Data WHO tahun 2010 menyebutkan bahwa terdapat 39 juta orang yang mengalami kebutaan di dunia, dan glaukoma menyumbang sebanyak 3,2 juta orang. Namun kebutaan yang disebabkan glaukoma akan bersifat permanen ( tidak dapat disembuhkan ). Kebutaan karena katarak akan membaik setelah menjalani operasi pengangkatan katarak, sedangkan glaukoma tidak. Oleh karena itu, sebelum kebutaan terjadi, penyakit glaukoma harus diobati agar tidak semakin bertambah parah.

Layanan unggulan divisi glaukoma meliputi:
 
Pemeriksaan diagnostik:

  • Non contact tonometer
  • Tonometer aplanasi
  • Tonopen
  • I-care
  • Tonometri perkins
  • Humphrey field analyzer
  • Octopus
  • Goldman perimeter
  • Optical coherence tomography (OCT)
  • Frequency doubling technology (FDT)


RSCM Kirana menyediakan fasilitas terapi bedah pada kondisi glaukoma yang sudah kurang berespon baik terhadap obat-obatan.Pembedahan glaukoma tersebut ditangani oleh staf subspesialis glaukoma yang ahli di bidangnya dengan menggunakan teknologi terdepan.
 
Bedah glaukoma yang saat ini tersedia:

  • Pemasangan implant glaukoma (Ahmed, Baerveld)
  • Laser iridektomi
  • Iridoplasty
  • Filtering surgery (+MMC)
  • Transkleral photocoagulation
  • Cyclocryotherapy
  • Trabekulektomi

VITRIORETINA

Retina adalah lapisan mata mengandung sel-sel saraf yang berfungsi sebagai penerjemah apa yang dilihat mata ke dalam otak.
Sedangkan vitreous merupakan suatu gel transparan dan tidak berwarna yang mengisi ruang diantara lensa mata dan retina.
Fungsi kedua organ ini sangat vital, karena jika salah satu dari kedua bagian ini mengalami kelainan
dapat menimbulkan gangguan penglihatan yang berat, bahkan kebutaan.

Permasalahan retina yang muncul cukup bervariasi diantaranya retinopati diabetik (RD) yang merupakan penyebab kebutaan utama
pada penderita diabetes melitus. Oleh karena itu, individu yang baru didiagnosis diabetes melitus penting
untuk melakukan pemeriksaan awal/skrining dan pemeriksaan berkala untuk mendeteksi ada tidaknya RD ini.

Penyakit retina lain yang dianggap sebagai penyebab tertinggi ke-3 kebutaan oleh WHO adalah age-related macular degeneration (AMD).
Penyakit ini umumnya muncul diatas usia 50 tahun dan beresiko pada individu dengan faktor genetik
(anggota keluarganya ada yang pernah mengalami), paparan sinar ultraviolet yang berlebihan, merokok, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
Oleh karena itu, individu dengan usia diatas 40 tahun, sebaiknya memeriksakan matanya secara lengkap dan berkala ke dokter mata,
terlebih lagi jika mempunyai faktor-faktor resiko diatas.

Lebih jauh lagi, penyakit retina yang paling sering menyebabkan kegawatdaruratan pada mata adalah ablasio retina.
Keadaan ini umumnya berkaitan dengan rabun jauh dan ukuran panjang bola mata (semakin panjang, semakin beresiko).
Individu dengan faktor resiko diatas, sebaiknya memeriksakan kedua matanya minimal sekali setiap tahun dan
memakai pengaman/pelindung mata untuk aktivitas yang beresiko.

Sepanjang tahun 2019 RSCM Kirana menangani hampir 24000 kasus retina, diantaranya 4098 kasus ablasio retina,
3965 kasus retinopati diabetik, dan 1633 kasus degenerasi makula, serta beragam kasus lainnya. Merujuk angka kasus yang tinggi,
risiko kehilangan penglihatan serta masih sedikitnya layanan vitreoretina di institusi kesehatan mata mendorong RSCM Kirana
untuk maju menjadi institusi pelayanan kesehatan mata yang terdepan dengan layanan unggulan vitreoretina.
Layanan ini menyediakan fasilitas poliklinik untuk pemeriksaan diagnostik penyakit-penyakit retina,
seperti: retinopati diabetika, AMD, ablasio retina, dll. Selain itu, tersedia pula tindakan medis (laser dan injeksi intravitreal) dan
pembedahan yang ditangani oleh staf subspesialis vitreoretina yang ahli di bidangnya.

 

Layanan unggulan divisi vitreoretina meliputi:

 

Klinik vitreoretina: pemeriksaan mata, khususnya segmen posterior mata (vitreus dan retina)

Pemeriksaan diagnostik:

  • Foto fundus
  • Fundus fluorescein angiography (FFA)
  • Optical coherence tomography (OCT)
  • Ultrasonografi (USG) segmen posterior

Tindakan medik vitreoretina:

  • Laser fotokoagulasi retina
  • Injeksi intravitreal

Bedah vitreoretina:

  • Retinal re-attachment surgery
  • Vitrektomi pars plana, termasuk dengan teknologi small-gauge
  • Laser endophotocoagulation
  • Cryosurgery
  • Pembedahan segmen posterior untuk trauma tembus mata, serta komplikasi pembedahan lain,
    seperti: endoftalmitis dan retained lens material

Fasilitas Alat Unggulan Vitreoretina Meliputi: 

  • Indirect opthalmoscope
  • Optical coherence tomography (OCT) 
  • Foto Fundus
  • Laser Fotokoagulasi
  • Alat Operasi; dengan teknologi small gauge

Produk Unggulan Vitreoretina

  1. Operasi Vitrektomi.
  2. Laser Fotokoagulasi untuk menangani kasus seperti perdarahan retina, risiko ablasio retina, dsb
  3. Indirect ophthalmoscope untuk pemeriksaan retina menyeluruh
  4. Foto Fundus untuk melihat kondisi retina secara real time
  5. Optical coherence tomography (OCT) untuk mengetahui kondisi makula dan ketebalan retina

KATARAK BEDAH REFRAKTIF

Katarak adalah pengeruhan lensa mata yang bisa membuat penglihatan kabur. Walaupun sebagian besar katarak berkaitan dengan proses penuaan, kadang-kadang anak-anak dapat dilahirkan dengan kondisi ini, atau katarak dapat muncul akibat trauma pada mata, peradangan, dan penyakit-penyakit mata lain.

Karena besarnya ancaman kebutaan akibat katarak, jumlah penderita katarak yang selalu meningkat setiap tahunnya, dan berkembangnya teknik-teknik operasi katarak dengan teknologi canggih, RSCM Kirana menyediakan layanan unggulan divisi kornea, katarak, dan bedah refraktif. Layanan ini merupakan salah satu pelayanan dengan jumlah pasien terbanyak, sesuai dengan masalah penyakit mata di Indonesia. Beberapa alat yang dimiliki untuk menunjang pelayanan antara lain biomikroskop lampu celah (slit lamp) dengan kamera video yang memudahkan pelayanan dan pendidikan, keratometer untuk mengukur kekuatan refraksi kornea, biometry A-Scan untuk mengukur kekuatan lensa tanam untuk implantasi, berbagai jenis laser, dan lain-lain.

Pemeriksaan Diagnostik yang tersedia

  • Diagnostik dan persiapan operasi katarak, lengkap dengan biometri menggunakan ultrasound dan atau IOL master
  • Specular microscope menggunakan Konan NONCON ROBO
  • Diagnostic Refractive Surgery menggunakan:Topolyzer,Analyzer,Oculyzer

LASIK

LASIK singkatan dari Laser Assisted In-situ Keratomileusis. Saat ini LASIK merupakan salah satu metode koreksi kelainan refraksi ( rabun dekat, rabun jauh, silinder ) yang paling popular di dunia. Dengan prosedur singkat ( sekitar 10 menit/mata ) dan tanpa rasa nyeri, LASIK mampu memberikan solusi optimal pada masalah penglihatan anda.

 

Pelayanan rawat jalan : Poliklinik mata

Terdiri dari :

Poliklinik anugerah

Klinik yang disubsidi oleh pemerintah dan merupakan anugerah terhadap pasien tidak mampu, pelayanan rawat jalan di poliklinik Anugerah dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat dari jam 08.00-15.30 WIB, pendaftaran buka dari jam 08.00 WIB sampai jam 12.00 WIB untuk hari Senin sampai Kamis, untuk Jumat pendaftaran dari jam 08.00 - 11.00 WIB. Setiap hari melayani pasien sebanyak 200-450 orang. Rawat jalan anugerah memiliki  10 ruang konsultasi, ruang diagnostik dan ruang tindakan. Ruang poliklinik memiliki peralatan standard yang sama untuk bisa melayani seluruh jenis penyakit mata. Yang ditangani oleh Residen mata Tk. IV  di poliklinik umum. Residen mata Tk. II dan III berada di poliklinik divisi melayani pasien dibawah supervisi dokter spesialis mata. Alat diagnostik yang tersedia biometri, perimetri humphrey, imaging retina, foto fundus dan laser, USG mata, OCT , Fitting Contact Lens & Low Vision Device. Poliklinik ini melayani pasien BPJS dan layanan umum dengan biaya rendah, untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi (021) 1500 135 ext 8104 / 8100.

 

Poliklinik citra

 

Mempunyai arti meningkatkan image RSCM yang merupakan rumah sakit rujukan nasional dengan fasilitas prima dengan SDM yang kompeten. Poliklinik Citra memberikan pelayanan eksekutif dengan biaya administrasi yang bersaing dengan rumah sakit swasta. Poliklinik Citra berada di lantai 5 RSCM KIRANA, pelayanan buka dari hari senin sampai sabtu, pendaftaran dari jam 08.00 WIB. Poliklinik citra di layani oleh dokter spesialis /subspesialis mata. Terdapat 4 poliklinik dengan 1 layanan lasik terbaru. Alat diagnostik tersedia menggunakan alat diagnostik canggih yang tersedia biometri, perimetri humphrey, imaging retina, foto fundus dan laser, USG mata, OCT , Fitting Contact Lens & Low Vision Device, dengan fasilitas unggulan kelainan refraksi (lasik, topografie kornea), katarak (IOL master), glaukoma (perimetri humphrey) dan retina (Imaging retina, foto fundus), untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi 1500 135 ext 8104 / 8100 SMS gateway 085281039464.

 

LasikCenter

Merupakan salah satu metode koreksi kelainan refraksi (rabun dekat, rabun jauh, silinder) yang paling populer di dunia. Dengan prosedur singkat (sekitar 10 menit/ mata) dan tanpa rasa nyeri, Lasik mampu memberikan solusi optimal pada masalah penglihatan anda. Lasik di RSCM KIRANA memberikan waktu ablasi yang cepat ablasi hanya 1,4 detik per diopter, memberikan hasil yang konsisten.

 

Pelayanan kamar bedah

 

Terdapat 5 kamar bedah dengan 6 tempat tindakan bedah dengan dilengkapi dengan peralatan/ sistem monitor yang lengkap. Kamar bedah memberikan pelayanan kepada pasien yang membutuhkan tindakan pembedahan. Kamar bedah memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan akurat dengan mengutamakan keselamatan pasien. Alat medis: 4 mikroskop operasi mata, 3 mesin fakoemulsifikasi, 2 mesin retina serta retcam dan endolaser retina. Unggulan bedah adalah bedah katarak, retina, glaukoma.

Tindakan dikamar bedah meliputi:

  • Kornea
    • ICCE/ ECCE / SICS
    • Phaco
    • Tato Kornea
    • Repair Kornea
    • Repair Sklera
    • Keratoplasty
    • Flap Konjungtiva
    • L.R.I
    • LASIK
    • Lens/ iol excharge
  • Infeksi dan Immunologi
    • Vitreus Tap
    • Injeksi Intravitreal
    • Biopsi, Kultur & Resistensi Ulkus
    • Pemasangan Implant Intravitreal
    • Pemasangan Graff
  • Vitreo- Retina
    • Vitrektomi
    • Drainage Subretinal Fluid
    • Schlera Bachel
    • Injeksi intravitreal ( Lucentis )
    • Evakuasi benda asing
    • Endo Laser
  • Strabismus
    • Strabismus otot 1,2,3,4
  • Glaukoma
    • Trabeculectomy & Trabeculetomi
    • Implant ( ahmed, Virna, Baevelt)
    • Iridektomi operatif
    • Cyclocrio
  • Pediatrik oftalmologi
    • Indirec laser / Retcam
    • Enukleasi
    • Eviserasi
    • Ekstraksi Katarak + PPC + Vitrektomi Anterior
    • Secondary Implant dengan penyulit
  • Rekonstruksi
    • Rekonstruksi kelopak mata & saluran air mata
    • Orbitotomi posterior (join dengan bedah saraf)
  • Onkologi
    • Eksentrasi
    • Biopsi + Insisi
    • Orbitotomi Lateral
    • Amnion graft
    • Biopsi Retobulbar
  • Refraksi
    • Phaco/ IOL

Kamar bedah melayani pasien BPJS dan  layanan umum dengan biaya rendah. Pasien eksekutif juga melakukan operasi dikamar bedah RSCM Kirana dengan akomodasi yang berbeda.

Pelayanan Rawat Inap

Terdapat 31 tempat tidur dengan 1 ruang tidur VIP, 4 tempat tidur kelas I, 6 tempat tidur kelas II, 20 tempat tidur kelas III.

RSCM Kirana - Departemen Medik Ilmu Kesehatan Mata FKUI

Jl. Kimia No.8 Jakarta Pusat
Telp : (021) 31902885 ext 8104 / 8110
Fax : (021) 3923618
E-mail :
mata.fkui@gmail.com
Website : http://www.mata-fkui-rscm.org


Dr. dr. Andi Arus Victor, SpM (K)
Kepala Departemen
Lihat Profil >>
 
dr. Mutmainah, SpM (K)
Koordinator Administrasi Umum & SDM
Lihat Profil >>
 
dr. Umar Mardianto, SpM (K)
Koordinator Pelayanan Masyarakat
Lihat Profil >>
 
dr. Made Susiyanti, Sp.M (K)
Koordinator Pengembangan & Pemasaran Departemen Ilmu Kesehatan Mata/RSCM Kirana
Lihat Profil >>
 
Lia Mardiah, SE
Koordinator Keuangan Departemen Ilmu Kesehatan Mata/RSCM Kirana
 

Share :         

Copyrights 2017 All Rights Reserved by RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.