Home

Sekilas Tentang RSCM

Pelayanan Kami

Administrasi Pasien

Untuk Profesional Kesehatan

News Letter

BERITA MEDIA RSCM

Fasilitas Penunjang

Situs Terkait

Contact Us

 
29/Jul/2010

PEMBERITAHUAN

Berkenaan dengan akan dilakukan Renovasi Unit Gawat Darurat RSCM pada bulan Juli 2010 s.d Januari 2011, maka akan dilakukan beberapa perubahan tempat pelayanan dan pembatasan kapasitas pelayanan :


  1. Pelayanan Operasi Gawat Darurat akan menggunakan kamar Operasi di IBP
  2. Pelayanan Gawat Darurat Anak akan menggunakan Poliklinik Anak
  3. Pelayanan Gawat Darurat Kebidanan akan menggunakan Kamar di Poliklinik Kebidanan
  4. Pelayanan Gawat Darurat Psikiatri langsung ke Ruang rawat Psikiatri
  5. Pelayanan Gawat Darurat THT, Mata, Penyakit Dalam, Bedah, Neurologi, Ruang Resusitasi dan lsolasi akan menggunakan Ruang IGD sementara yang berada didepan Poliklinik Jantung dengan kapasitas:

    • Ruang Emergency / Merah : 3 pasien
    • Ruang Urgent / Kuning : 14 pasien
    • Ruang Non Urgent / Hijau : 3 pasien
    • Ruang Isolasi : 1 pasien


Selanjutnya bila harus merujuk ke RSCM kiranya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Rujukan pasien atas indikasi medis yang benar-benar tidak dapat dilayani di RSU / memerlukan penanganan khusus (tersier)
  2. Terlebih dahulu menghubungi UGD RSCM dengan nomor : (021) 70257726 untuk mengetahui ketersediaan tempat
  3. Pada waktu mengantar pasien ke UGD RSCM, harus didampingi Petugas Kesehatan dan menggunakan ambulance sesuai standar
  4. Surat Rujukan harus mencantumkan nama jelas dan tanda tangan Dokter yang merujuk


Agar dapat dimengerti dan menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan rujukan pelayanan Emergency ke RSCM

Direktur Utama



Prof. Dr.dr. Akmal Taher, Sp.U (K)
Nip. 195507271980101001

29/Jul/2010
.:
RENOVASI GEDUNG UNIT PELAYANAN GAWAT DARURAT RSUP NASIONAL DR. CIPTO MANGUNKUSUMO

Dalam rangka meningkatkan pelayanan di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, selain meningkatkan mutu pelayanan, salah satu upaya adalah melakukan renovasi gedung beserta fasilitasnya, dengan harapan agar pasien yang memerlukan pelayanan kesehatan akan merasa lebih nyaman.

Gedung Unit Pelayanan Gawat Darurat dibangun atas bantuan Pemerintah Jepang atau Japan International Coorporation Agency (JICA) dan telah dioperasionalkan lebih kurang 24 tahun, dan selama itu belum pernah dilakukan renovasi secara menyeluruh sehingga gedung tersebut dan fasilitasnya tidak memadai dan tidak representatif untuk pelayanan Gawat Darurat saat ini.

Renovasi gedung Unit Gawat Darurat berserta fasilitasnya akan dilaksanakan selama lebih kurang 6 (bulan) dan dimulai pada tanggal 29 Juli 2010. Berkenaan dengan renovasi tersebut maka akan dilakukan pemindahan lokasi pelayanan Gawat Darurat sementara sehlngga terjadi beberapa perubahan tempat pelayanan dan pembatasan kapasitas pelayanan sebagai berikut :

A. TEMPAT PELAYANAN :

  1. Pelayanan Gawat Darurat Dewasa untuk kasus Bedah, Penyakit Dalam , THT, Mata, Neurologi, Ruang Resusitasi dan Isolasi akan menggunakan Ruang Gawat Darurat sementara yang berada di depan Poliklinik Jantung (disamping P3RN) dengan kapasitas:

    • Ruang Emergency / Merah : 3 pasien
    • Ruang Urgent / Kuning : 14 pasien
    • Ruang Non Urgent / Hijau : 3 pasien
    • Ruang Isolasi : 1 pasien

  2. Pelayanan Gawat Darurat kasus Psikiatri dilaksanakan di Ruang Rawat Inap Psikiatri
  3. Pelayanan Gawat Darurat kasus Kebidanan dan kandungan dilaksanakan di Poliklinik Kebidanan dan kandungan:
  4. Pelayanan Gawat Darurat Anak dilaksanakan di Poliklinik Imu Kesehatan Anak
  5. Operasi Gawat Darurat dilakukan di kamar operasi Instalasi Bedah Pusat (IBP)

B. PELAYANAN RUJUKAN:
Mengingat keterbatasan kapasitas pelayanan Gawat Darurat, apabila harus merujuk pasien ke Unit Gawat Darurat RSCM, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Rujukan pasien atas indikasi medis yang benar-benar tidak dapat dilayani di RSU / memerlukan penanganan khusus (tersier)
  2. Terlebih dahulu menghubungi UGD RSCM dengan nomor : (021) 70257726 untuk mengetahui ketersediaan tempat
  3. Pada waktu mengantar pasien ke UGD RSCM, harus didampingi Petugas Kesehatan dan menggunakan ambulance sesuai standar
  4. Surat Rujukan harus mencantumkan nama jelas dan tanda tangan Dokter yang merujuk


Informasi ini kiranya dapat diketahui dan dimengerti oleh masyarakat sehingga tidak menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan pasien khususnya pelayanan gawat darurat.


a.n. Direktur Utama

Direktur Umum dan Operasional,




Dr.Omo Abdul Madjid, Sp.OG (K)
Nip. 195806181983121001

30/Mar/2010
MEMAKNAI HARI AIR SEDUNIA DENGAN KONSERVASI DAN GERAKAN HEMAT AIR
Semua manusia di dunia ini memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi mahluk hidup di muka bumi ini. Manusia sangat membutuhkan air untuk keperluan hidup sehari-hari baik untuk keperluan rumah tangga seperti masak, minum, mandi dan cuci. Bagi masyarakat agraris, air sangat diperlukan untuk irigasi pertanian. Begitu pula bagi seluruh kegiatan di berbagai sektor baik pemerintahan, industri, perniagaan, hotel, rumah sakit dan fasilitas publik lainnya memerlukan air yang terpenuhi dalam segi kuantitas dan kualitas. Sehingga terjadilah eksploitasi sumber daya air dengan mengabaikan kaidah-kaidah keberlan-jutan (sustainability). Akibatnya berbagai musibah kerap terjadi seperti banjir, longsor dan kekeringan yang frekuensinya makin meningkat sehingga menelan banyak korban harta benda dan nyawa sia-sia.

Hanya sedikit manusia yang memahami bahwa air adalah sumber daya alam terbatas bahkan sangat rentan keberadaannya. Kenapa terbatas ? Menurut catatan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Pusat, air merupakan elemen yang paling melimpah di atas bumi, yang meliputi 70% permukaannya dan berjumlah kira-kira 1,4 ribu juta kilometer kubik. Apabila dituang merata di seluruh permukaan bumi akan terbentuk lapisan dengan kedalaman rata-rata 3 kilometer. Namun hanya sebagian kecil saja dari jumlah ini yang benar-benar dimanfaatkan, yaitu kira-kira hanya 0,003%. Sebagian besar air, kira-kira 97%, ada dalam samudera atau laut, dan kadar garamnya terlalu tinggi untuk kebanyakan keperluan. Dari 3% sisanya yang ada, hampir semuanya, kira-kira 87 persennya tersimpan dalam lapisan kutub atau sangat dalam di bawah tanah.

Bagaimana kondisi air tanah di DKI Jakarta ? Penyedotan air tanah secara berlebihan mengakibatkan penurunan permukaan air tanah dan intrusi (menyusupnya) air laut terus berlangsung di Jakarta, hal ini menyebabkan kualitas air tanah menurun. Demikian juga, air hujan di kala musim penghujan seharusnya dapat mengisi air tanah di daerah perkotaan yang padat penduduknya sudah tidak mampu lagi, karena rumah-rumah yang berdesakan, gedung-gedung yang menjulang, jalan-jalan yang beraspal, serta permukaan tanah yang penuh beton menghalangi air hujan masuk ke dalam tanah. Air tanah di perkotaan juga banyak yang telah tercemar oleh bakteri dan logam dengan tingkat nitrat yang tinggi sangat berbahaya sekali mencemari air tersebut. Selain itu, sungai-sungai, mata air dan kali yang tertimbun oleh berbagai jenis sampah dan limbah yang dibuang oleh warganya sendiri akan mempengaruhi kualitas air yang akan diproses oleh Perusahaan Air Minum untuk kemudian digunakan kembali sebagai sumber air minum.

Menurut Danaryanto (Tempo Interaktif, 3 Februari 2010), diperkirakan kawasan Jakarta akan mengalami krisis air tanah pada 15 tahun mendatang jika sampai saat ini tidak ada penanganan khusus air tanah. "Jakarta sudah masuk tahapan bencana krisis kekeringan." kondisi air tanah Jakarta saat ini sangat parah. Pengambilan air tanah cukup tinggi hingga diatas 50 persen dan penurunan air tanah dari 50 sampai 150 meter. Sedangkan pasokan air yang diproses oleh PDAM, 100 persen bersumber dari waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat untuk kawasan timur. Lalu sekitar 64 persen dibawa ke kawasan barat, dan sekitar 36 persen dibawa dari Sungai Cisadane, Tangerang, Banten. Hanya 2.2 persen air Kali Krukut yang memasok kebutuhan air ibukota.
Di RSCM yang kita cintai ini, pemakaian air bersih berdasarkan data yang kami peroleh dari Unit Utilitas Power Plant bersumber dari Air PAM (+ 1500 m3/hari) dan air sumur dalam (kuantitasnya tidak tercatat). Namun diperkirakan penggunaan air sumur dalam bisa mencapai 500 m3/hari. Kalau dijumlahkan maka RSCM termasuk fasilitas publik yang menggunakan air yang cukup boros karena sudah melebihi kuantitas yang dipersyaratkan yakni sekitar 750 liter/tempat tidur/hari. Tentunya keadaan ini akan menambah beban bagi RSCM bila pemerintah akan mengenakan tarif air sumur dalam lebih besar dari PDAM. Sedangkan yang dibutuhkan RSCM tidak hanya dari segi kuantitasnya saja tetapi juga dari segi kualitas terutama untuk air kegunaan khusus (ruang operasi, haemodialisa, sterilisasi, perinatologi dan ruang isolasi) yang memerlukan pengolahan yang relatif mahal.

Oleh karena itu, peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret harus bisa mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga kelestarian sumber-sumber air yang ada dan menjaga kualitasnya dalam rangka mewujudkan “Green Hospital” dengan melakukan berbagai upaya konservasi dan gerakan hemat air. Upaya konservasi yang telah dilakukan RSCM adalah dengan membuat sumur dan kolam resapan air hujan, pembuatan lubang resapan biopori, penghijauan serta recycling air limbah. Kebijakan RSCM dalam pengembangan pelayanan dengan membangun gedung-gedung vertikal merupakan suatu upaya untuk menambah ruang terbuka hijau. Hal tersebut dapat dikembangkan dengan mengupayakan lahan parkir yang tidak tertutup aspal tetapi dengan grass block. Upaya konservasi tersebut juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi pemanasan global. Penggunaan kembali air limbah sebagai air bersih (recycling) untuk siram tanaman, cuci mobil, air penggelontor kloset, urinoir dan spool hook serta untuk pencucian linen merupakan rencana kegiatan di Unit Sanitasi dan Lingkungan untuk periode 2010 – 2014 dalam mewujudkan program minimisasi limbah dan penghematan air.

Sedangkan gerakan hemat air dapat dilakukan melalui upaya mematikan kran setelah digunakan, sebelum keluar dari toilet hendaknya toilet diperiksa kembali apakah ada air yang masih mengalir, tidak membiarkan kran rusak sehingga air mengalir terus menerus, menggunakan kran otomatis yang dapat diatur aliran airnya dan meningkatkan penggunaan toilet kering. Gerakan hemat air ini tidak akan berhasil bila tidak ada kepedulian dari kita semua dan tidak ada peraturan / kebijakan yang tegas dari direksi. Mulailah dengan yang mudah, yang sederhana, mulailah dari kita sendiri dan mulailah dari sekarang.


Jakarta, 1 Maret 2010


Zulfia Maharani, ST


Sebagaimana disadur dari HALO CIPTO volume

 
 
 
 
 
Copyright (c) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta | Designed by PT Berkah Dirgantara